Aku, Ramadan, dan Indonesia:
Catatan Mahasiswa Afganistan dalam Program BIPA
Penulis: Sayed Mukhtar Sadat
Editor: Irwan Sumarsono
Sinopsis
Aku, Ramadan, dan Indonesia: Catatan Mahasiswa Afganistan dalam Program BIPA merupakan kisah reflektif seorang mahasiswa asal Afganistas, Sayed Mokhtar Sadat, yang menjalani pengalaman Ramadan pertamanya di Indonesia. Berangkat dari rasa cemas, rindu keluarga, dan ketidakpastian menghadapi budaya baru, penulis perlahan menemukan makna baru dari bulan suci ini melalui interaksi sosial, pengalaman kuliner, serta kehidupan kampus dan masyarakat Indonesia.
Melalui enam bab yang kaya akan deskripsi personal dan analisis budaya, pembaca diajak menyelami perbedaan dan persamaan antara Ramadan di Afganistan dan Indonesia, mulai dari tradisi sahur, buka puasa, salah Tarawih, hingga perayaan Idul Fitri. Pengalaman berbuka di masjid, dinamika kehidupan kampus, serta perjalanan Idul Fitri ke Malang menjadi bagian penting dalam proses adaptasi dan pembentukan identitas baru sebagai perantau.
Lebih dari sekadar catatan perjalanan, buku ini juga menghadirkan refleksi mendalam tentang toleransi, keberagaman, empati, dan makna “rumah” dalam konteks lintas budaya. Pada akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa Ramadan, di mana pun dijalani, memiliki ruh yang sama: mendekatkan manusia kepada Tuhan dan sesama.
Blurb
Bagaimana rasanya menjalani Ramadan jauh dari keluarga, di negeri dengan budaya yang berbeda?
Dalam Aku, Ramadan, dan Indonesia, Sayed Mokhtar Sadat membawa kita menyusuri perjalanan emosional dan spiritualnya sebagai mahasiswa Afganistan yang merasakan bulan suci di Indonesia untuk pertama kalinya. Dari rasa asing dan kerinduan, hingga menemukan kehangatan dalam kebersamaan yang tak terduga, setiap halaman menghadirkan kisah yang jujur, hangat, dan menggugah.
Melalui pengalaman berbuda di masjid, kehidupan kampus, kuliner yang penuh warna, hingga perayaan Idul Fitri yang berbeda, buku ini tidak hanya bercerita tentang Ramadan, tetapi juga tentang toleransi, persahabatan, dan makna menjadi manusia di tengah keberagaman.
Sebuah kisah sederhana, namun sarat makna, tentang bagaimana perbedaan justru bisa menjadi jembatan yang menyatukan.