PEREMPUAN YANG TIDAK PERNAH PENSIUN DARI MIMPI
Dari SK 1 Maret 1986 hingga Senja Pengabdian
PENULIS: Halimah Chairun Nisa, S.Pd., Gr.
Editor: Ihsan Pratama, S.Hum.
Sinopsis
Perempuan yang Tidak Pernah Pensiun dari Mimpi
Dari SK 1 Maret 1986 hingga Senja Pengabdian
Ia menerima SK PNS dengan tangan bergetar.
Ia melepas ratusan murid dengan hati yang selalu basah.
Dan dua bulan sebelum pensiun, ia menyadari mimpinya belum selesai.
Maheera Qanita, atau Ibu Heera, telah mengabdikan hidupnya sebagai guru sejak usia muda. Sejak 1 Maret 1986, ia menapaki ruang-ruang kelas dengan penuh dedikasi, menyaksikan perubahan zaman dari Ebtanas hingga era pendidikan yang lebih reflektif.
Namun, hidupnya tak hanya tentang sekolah.
Di balik papan tulis, ia adalah seorang perempuan yang berjuang menjadi istri, ibu dari lima anak, sekaligus penopang keluarga di tengah keterbatasan ekonomi dan dinamika rumah tangga yang tak selalu mudah. Perjalanan jauh, kelelahan yang sunyi, dan tekanan yang tak terlihat menjadi bagian dari kisah yang membentuk keteguhannya.
Dengan gaya bertutur yang puitis dan reflektif, buku ini menghadirkan potret utuh tentang pengabdian, keteguhan, dan keberanian mempertahankan mimpi bahwa menjadi guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup yang tak pernah benar-benar pensiun.