-10%
Teknologi Pengolahan Modern Pengolahan Suhu Tinggi Produk Hasil Laut
oleh Aghitia Maulani, S.T.P., M.P., Sumartini, M.Sc., Dr. I Ketut Sumandiarsa, S.St.Pi., M.Sc.
Rp81.000
- Status
- Stok tersedia
- Kode
- #1706581171
Deskripsi Buku
JUDUL: Teknologi Pengolahan Modern: Pengolahan Suhu Tinggi Produk Hasil Laut
PENULIS:
Aghitia Maulani, S.T.P., M.P.
Sumartini, M.Sc.
Dr. I Ketut Sumandiarsa, S.St.Pi., M.Sc.
SINOPSIS: Pengawetan pangan dilakukan untuk memperpanjang umur simpan sehingga produk pangan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama tanpa mengalami kerusakan. Teknik pengawetan pangan yang dapat diterapkan dan banyak digunakan adalah pengolahan dengan suhu tinggi, contohnya pengalengan ikan. Ikan segar merupakan salah satu komoditi yang mudah mengalami kerusakan (high perishable food). Kerusakan dapat disebabkan oleh proses biokimiawi maupun aktivitas mikrobiologi. Kandungan air hasil perikanan pada umumnya tinggi mencapai 56,79% sehingga sangat memungkinkan terjadi reaksi-reaksi biokimiawi oleh enzim yang berlangsung pada tubuh ikan segar. Adapun kerusakan secara mikrobiologis disebabkan karena aktivitas mikroorganisme terutama bakteri. Selain itu, kandungan protein yang cukup tinggi pada ikan menyebabkan ikan mudah rusak apabila tidak segera dilakukan pengolahan lebih lanjut dan pengawetan. Tujuan proses pengalengan ikan yaitu untuk memperpanjang umur simpan, meningkatkan nilai ekonomis dari ikan, dan memperbanyak penganekaragaman pangan yang berbahan baku ikan. Pengalengan merupakan salah satu cara penyimpanan dan pengawetan bahan pangan yang dikemas secara hermetis (kedap terhadap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya) dalam suatu wadah yang disebut can (kaleng), kemudian disterilkan secara komersial untuk membunuh semua mikroba patogen (penyebab penyakit) dan pembusuk. Pengalengan secara hermetis membuat makanan tahan lama serta memungkinkan makanan terhindar dari kerusakan baik fisik, kimia (kerusakan akibat oksidasi/perubahan cita rasa), maupun mikrobiologi (kebusukan). Dalam proses pengalengan ikan, yang digunakan sterilisasi komersial (bukan sterilisasi mutlak), sehingga mungkin saja masih terdapat spora/mikroba lain yang tahan panas yang dapat merusak isi kaleng apabila kondisinya memungkinkan. Itulah sebabnya makanan dalam kaleng harus disimpan dalam kondisi yang sesuai, segera setelah proses pengalengan selesai. Dalam praktik industri pengalengan makanan yang diterapkan adalah sterilisasi komersial. Artinya, walaupun produk makanan tersebut tidak 100% steril, tetap cukup bebas dari bakteri patogen dan pembusuk sehingga tahan untuk disimpan selama satu tahun atau lebih dalam keadaan yang masih layak dan aman untuk dikonsumsi.
Buku terkait
-10%
-10%
Kebijakan Pembangunan Ekonomi
Panji Kusuma Prasetyanto, Rian Destiningsih, Andhatu Achsa
Rp70.000
Rp63.000
Inkubator Bisnis Step-By-Step Guide For Startup Ownership
Neffi Sulkaisi, Mareta Kemala Sari, Syailendra Eka Putra, dkk.
Rp72.000
-20%
DAMPAK KORUPSI TERHADAP PERBAIKAN GIZI DI INDONESIA
Supriyono, Maria Magdalena, Ya’rif Budimansyah, Buku ini mengangkat isu krusial yang menghambat perbaikan status gizi di Indonesia: korupsi. Meskipun program perbaikan gizi telah menjadi prioritas nasional dalam rangka menghasilkan sumber daya manusi...
Rp90.000
Rp72.000
-10%
Praktek kewirausahaan
R. Lucky Radi Rinandiyana, Tine Badriatin, Dina Agustina, Industri kreatif merupakan industri yang menghasilkan ouput dari pemanfaatan kreativitas, keahlian, dan bakat individu untuk menciptakan nilai tambah, lapangan, kerja, dan peningkatan kualitas...
Rp80.000
Rp72.000
EKOWISATA BAHARI DI INDONESIA Peluang Tantangan dan Keberlanjutan Pantai Maron
Dr. Alin Fithor., Dr. Nurjanah., Dr. Sutaman., Dr. Suyono., Karina Farkha Dina M.P., Ninik Umi Hartanti, M.Si.
Rp90.000