KEPEMIMPINAN TANPA SEKAT: Memahami Relasi Kuasa dan Teknik Mediasi bagi Kepala Sekolah
PENULIS: Ahmad Husaeri, S.Kom.
Luky Fatur Ramadhan, S.Pd.
Zulkifli, S.Pd.
Wahyu Setiadi Putra, S.T.P., S.Pd.
Muhamad Kamil Ridho, S.E.
Editor: Dr. Herdi Wisman Jaya, S.Pd., M.H.
Sinopsis
Di balik setiap sekolah yang berjalan tertib dan harmonis, tersembunyi pertarungan yang berlangsung sunyi namun menentukan, yakni pertarungan kekuasaan, kepentingan, dan pengaruh yang jarang dibicarakan secara terbuka. Seorang kepala sekolah bukan sekadar manajer administratif, ia adalah negosiator ulung di tengah pusaran mikro-politik, mediator di antara pihak-pihak yang berseberangan, sekaligus pemimpin moral yang harus hadir dengan integritas di setiap sudut kehidupan sekolahnya. Memimpin bukan berarti bebas dari guncangan, melainkan bijak menghadapi tantangan. Buku ini hadir untuk menjawab kesenjangan itu dengan jujur, mendalam, dan praktis. Mengupas bagaimana kekuasaan sesungguhnya bekerja, bagaimana dinamika mikro-politik membentuk ekosistem sekolah secara diam-diam, serta bagaimana teknik mediasi dan resolusi konflik dapat langsung diterapkan di lapangan. Bukan sekadar teori yang indah di atas kertas, melainkan solusi nyata yang siap dipraktikkan dengan tuntas.
Lebih dari sekadar panduan teknis, buku ini membawa pembaca ke dimensi kepemimpinan yang lebih dalam. Membangun budaya pengambilan keputusan yang kolektif, menegakkan etika sebagai praktik harian, menghadapi krisis di era media sosial yang serba cepat, hingga mewujudkan kepemimpinan yang humanis sekaligus strategis, karena ketegasan dan empati bukanlah dua hal yang saling bertolak, melainkan dua sisi dari mata uang yang sama. Pemimpin sejati bukan yang paling ditakuti, melainkan yang paling dirindukan kembali. Lahir dari perpaduan riset dan pengalaman lapangan, buku ini diperuntukkan bagi kepala sekolah yang pernah merasa sendirian di tengah konflik, bagi calon pemimpin yang ingin memahami apa yang sesungguhnya menanti di balik jabatan itu, serta bagi siapa pun yang percaya bahwa sekolah yang baik dimulai dari pemimpin yang sehat, dan pemimpin yang sehat dimulai dari jiwa yang kuat dan berakar.