DIALEKTIKA INTERTEKSTUAL DRAMA KLASIK
oleh Dr. Een Nurhasanah, S.S., M.A., Drama klasik sebagai jaringan cerita yang saling terhubung, bukan karya tunggal. Fokus buku ini sangatlah sederhana: bagaimana makna berubah saat teks berinteraksi melintasi zaman? Bagi penulis, drama adalah mosaik yan...
Rp100.000
Rp130.000
Hemat 23%- Status
- Stok tersedia
- Kode
- #1785382794
Deskripsi Buku
Dialektika Intertekstual Drama Klasik
Penulis: Dr. Een Nurhasanah, S.S., M.A.
Drama klasik sebagai jaringan cerita yang saling terhubung, bukan karya tunggal. Fokus buku ini sangatlah sederhana: bagaimana makna berubah saat teks berinteraksi melintasi zaman? Bagi penulis, drama adalah mosaik yang terus berdialog dengan realitas. Ini bukan sekadar warisan masa lalu; ini ruang tempat tradisi dan hal baru saling bertukar pesan.
Buku ini menyoroti pergeseran antara takdir dan kehendak bebas. Dahulu, tragedi klasik sering dipicu kekuatan luar. Kini, fokus beralih pada pilihan pribadi. Pahlawan jatuh bukan karena dewa, melainkan karena keputusan internal dan pergulatan batinnya sendiri.
Buku ini juga menggali bagaimana drama mencerminkan psikologi manusia. Pernahkah kita bertanya mengapa tokoh ayah atau simbol kekuasaan terasa begitu dekat? Kita dapat memahami mentalitas manusia melalui cerita tersebut. Pola kekuasaan diuji melalui permainan bahasa untuk menyingkap rahasia di balik teks. Bagi saya, drama klasik adalah peta untuk memahami bagaimana struktur pikiran dan sosial kita terus berulang dalam berbagai cerita.
Teknik teater terus berubah. Kita melihat transisi dari ekspresi kelompok ke kesadaran pribadi. Jika dahulu pengetahuan milik bersama, drama modern menariknya ke ranah pribadi, tempat individu bergulat dengan beban hidupnya sendiri.
Penggunaan alat digital untuk melacak perubahan dalam tragedi. Karakter yang dulunya digerakkan oleh kekuatan luar, kini lebih berfokus pada pergulatan batin mereka sendiri. Simbol-simbol ini tidak kaku; mereka terus beradaptasi seiring perubahan zaman.
Sebagai penutup, Buku ini membawa drama klasik ke era remix saat ini. Hubungan antarteks itu seperti jembatan: materi lama memungkinkan lahirnya cerita baru. Narasi yang saling bersilangan ini membuktikan satu hal: drama klasik tetap relevan sebagai cara kita mengkritik masyarakat. Pesan-pesan kemanusiaan di baliknya akan terus hidup melampaui batas era digital.
Buku terkait
-20%
-23%
Budaya Komunikasi Perspektif Cara Budaya Mempengaruhi Komunikasi
Rp130.000
Rp100.000
-10%
Desa sebagai Laboratorium Pendidikan Kontekstual untuk Kemajuan Desa
Maria Afrita, S.Pd, Editor: Dr. Lili Nurlaili, M.Ed
Rp100.000
Rp90.000
-10%
MEMBANGUN MINDSCAPE Psikologi Pendidikan untuk Masa Depan
Zizah Nurazizah, Editor: Dr. Ersam Mahendrawan, S.Pd., M.Pd.
Rp100.000
Rp90.000
-10%
CRITICAL READING 6 An Array of Diverse Readings
Asnini Junita Zai, Ayu Kartika Zai, Afridayanti Harefa, Citra Wati Telaumbanua, Dodi Kardo Wijaya Waruwu, Eldin Curtiel Harefa, Enjel Tris Telaumbanua, Erika Zalukhu, Teti Oviani Gulo.
Rp80.000
Rp72.000